NILAI TUKAR DINAR DIRHAM
18-05-2012 , Jum'at Pagi
DINAR EMAS
Nisfu (1/2) Dinar - Rp. 1.067.500,-
Dinar - Rp. 2.135.000,-
Dinarayn - Rp. 4.270.000,-
DIRHAM PERAK
Daniq (1/6) Dirham - Rp. 11.100,-
Nisfu (1/2) Dirham - Rp. 33.300,-
Dirham - Rp. 66.600,-
Dirhamayn - Rp. 133.200,-
Khamsa - Rp. 333.000,-
HARGA EMAS PERAK DUNIA
18-05-2012 , Jum'at Pagi
DINAR EMAS
Nisfu (1/2) Dinar - Rp. 1.067.500,-
Dinar - Rp. 2.135.000,-
Dinarayn - Rp. 4.270.000,-
DIRHAM PERAK
Daniq (1/6) Dirham - Rp. 11.100,-
Nisfu (1/2) Dirham - Rp. 33.300,-
Dirham - Rp. 66.600,-
Dirhamayn - Rp. 133.200,-
Khamsa - Rp. 333.000,-
HARGA EMAS PERAK DUNIA
Jakarta, 06 Februari 2012
Muamalah Goes To Office Berlanjut
Pengkajian tentang muamalah dan Dinar serta Dirham di perkantoran semakin rutin dan luas.
Kegiatan 'Muamalah Goes to Office' memang dimaksudkan untuk memberikan penjelasan tentang muamalah dan penerapan Dianr dan Dirham kepada 'orang kantoran'. Caranya adalah proaktif dengan pihak Wakala Induk Nusanatara (WIN) dan Pengurus Jawara (Jaringan Wirausahawan dan Pengguna Dinar Dirham Nusantara) mendatangi kantor-kantor, baik atas permintaan pengundang maupun pihak Jawara yang mengusulkan. Biasanya dilaksanakan oleh 'badan dakwah' atau pengurus 'kerohanian Islam' kantor bersangkuan. Tempatnya bisa di ruang rapat kantor tersebut atau masjid di lingkungannya.
Begitulah, sesudah berlangsung di perusahaan minyak Medco dan perusahan alat telekomuniasi Siemens bebarapa waktu lalu, 'MGO' terus bergulir. Pertengahan Januari lalu, giliran kaum Muslim di lingkungan PT Rekayasa Industri, Kalibata, mendapatkan penjelasan tentang pentingnya kembalinya Dinar dan Dirham dalam muamalat. Sekitar sepekan kemudian, tepatnya 25 Januari 2012, Pak Zaim Saidi memberikan penjelasan serupa kepada jamaah Masjid Rahmat Niaga, di Gedung CIMB Niaga, di Kawasan Bisnis, Jl. Sudirman, Jakarta. Tentu, sesuai dengan keadannya, jamaah kebanyakan adlah mereka yang sehari-harinay bekerja di bank. Kepada mereka Pak Zaim menjelaskan asal muasal uang kertas dan hilangnya emas dan perak dari tangan masyarakat. Secara gamblang juga diuraikan peranan perbankan sebagai motor utama riba.
Selain karyawan Medco, sebuah perusahaan minyak lain yang berasal dari Perancis, yaitu Total, juga mengundang Pak Zaim untuk memberikan penjelasan serupa. Maka 'MGO' pun berlangsung di ruang rapat 'Total', di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Siang itu, Senin 30 Januari 2012, Pak Zaim langsung meluncur dari Cirebon, selepas menghadiri FHP dan bertemu dengan Sultan Sepuh XIV, ke acara di Total tersebut. Jadi, selain mendapatkan penjelasan tentang muamalah dan penerapan Dianr dan Dirham, para hadirin langsung mendapat kabar baik itu: akan diterbitkannya Dinar dan Dirham atas nama Sultan Sepuh XIV, beserta penerapanya di Cirebon.
'Ini adalah awal dari berakhirnya sistem riba yang zalim ini,' ujar Pak Zaim.
Anggota masyarakat yang ingin menyelenggarakan 'Muamalah Goes to Office' dapat menghubungi:
Abdarrahman Rachadi
WIN/JAWARA PUSAT
Jl M Ali no 2, Depok
7756071 atau 7752699(001)
Dibaca : 596 kali
lainnya
Index kategori : Berita
Muamalah Goes To Office Berlanjut
Pengkajian tentang muamalah dan Dinar serta Dirham di perkantoran semakin rutin dan luas.
Kegiatan 'Muamalah Goes to Office' memang dimaksudkan untuk memberikan penjelasan tentang muamalah dan penerapan Dianr dan Dirham kepada 'orang kantoran'. Caranya adalah proaktif dengan pihak Wakala Induk Nusanatara (WIN) dan Pengurus Jawara (Jaringan Wirausahawan dan Pengguna Dinar Dirham Nusantara) mendatangi kantor-kantor, baik atas permintaan pengundang maupun pihak Jawara yang mengusulkan. Biasanya dilaksanakan oleh 'badan dakwah' atau pengurus 'kerohanian Islam' kantor bersangkuan. Tempatnya bisa di ruang rapat kantor tersebut atau masjid di lingkungannya.
Begitulah, sesudah berlangsung di perusahaan minyak Medco dan perusahan alat telekomuniasi Siemens bebarapa waktu lalu, 'MGO' terus bergulir. Pertengahan Januari lalu, giliran kaum Muslim di lingkungan PT Rekayasa Industri, Kalibata, mendapatkan penjelasan tentang pentingnya kembalinya Dinar dan Dirham dalam muamalat. Sekitar sepekan kemudian, tepatnya 25 Januari 2012, Pak Zaim Saidi memberikan penjelasan serupa kepada jamaah Masjid Rahmat Niaga, di Gedung CIMB Niaga, di Kawasan Bisnis, Jl. Sudirman, Jakarta. Tentu, sesuai dengan keadannya, jamaah kebanyakan adlah mereka yang sehari-harinay bekerja di bank. Kepada mereka Pak Zaim menjelaskan asal muasal uang kertas dan hilangnya emas dan perak dari tangan masyarakat. Secara gamblang juga diuraikan peranan perbankan sebagai motor utama riba.
Selain karyawan Medco, sebuah perusahaan minyak lain yang berasal dari Perancis, yaitu Total, juga mengundang Pak Zaim untuk memberikan penjelasan serupa. Maka 'MGO' pun berlangsung di ruang rapat 'Total', di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Siang itu, Senin 30 Januari 2012, Pak Zaim langsung meluncur dari Cirebon, selepas menghadiri FHP dan bertemu dengan Sultan Sepuh XIV, ke acara di Total tersebut. Jadi, selain mendapatkan penjelasan tentang muamalah dan penerapan Dianr dan Dirham, para hadirin langsung mendapat kabar baik itu: akan diterbitkannya Dinar dan Dirham atas nama Sultan Sepuh XIV, beserta penerapanya di Cirebon.
'Ini adalah awal dari berakhirnya sistem riba yang zalim ini,' ujar Pak Zaim.
Anggota masyarakat yang ingin menyelenggarakan 'Muamalah Goes to Office' dapat menghubungi:
Abdarrahman Rachadi
WIN/JAWARA PUSAT
Jl M Ali no 2, Depok
7756071 atau 7752699(001)
Dibaca : 596 kali


lainnya
- Dinar Dirham di Masjid Panjunan
- Tujuh Orang Berumroh dengan Dinar Emas
- Penggalangan Wakaf Suq Muamalah Berlanjut
- Sarasehan Jawara Cirebon
- Hari Kemenangan: Istighfar dan Tawba
Index kategori : Berita
© WAKALA INDUK NUSANTARA DISCLAIMER SITEMAP SITE INFO