NILAI TUKAR DINAR DIRHAM
25-06-2014 , Rabu Pagi

DINAR EMAS
Nisfu (1/2) Dinar - Rp. 1.032.500,-
Dinar - Rp. 2.065.000,-
Dinarayn - Rp. 4.130.000,-

DIRHAM PERAK
Daniq (1/6) Dirham - Rp. 11.600,-
Nisfu (1/2) Dirham - Rp. 35.000,-
Dirham - Rp. 70.000,-
Dirhamayn - Rp. 140.000,-
Khamsa - Rp. 350.000,-
Kuala Lumpur, 25 September 2013
Bank Syariah, Serigala Berbulu Domba
Shaykh Umar Ibrahim Vadillo -
Marilah kita mengikuti jalan Islam, muamalat sebagai model Islam. Tanpa bank, tanpa uang kertas.


Pada hari-hari ketika pengetahuan tentang muamalat telah hampir menghilang saat ini sebagian besar orang dibuat bingung, dan rancu, tentang muamalat secara Islam dengan apa yang disebut sebagai perbankan dan keuangan Islam (Syariah). Perbedaan antara keduanya adalah seperti antara pernikahan dan prostitusi Islam.

Prostitusi Islam? Prostitusi Islam tidak ada - sudah tentu orang akan mendebatnya dengan perasaan jijik dan kebencian. Di antara orang-orang yang akan merasa jijik ini adalah mereka yang dikenal "sangat relijius", orang-orang yang mengidentifikasi dan mempraktekkan apa yang disebut sebagai perbankan syariah.

Tetapi, bank adalah untuk riba, seperti halnya rumah bordil untuk prostitusi .



Dengan mengikuti metode yang sama dengan yang digunakan untuk "Islamisasi" perbankan saya akan menunjukkan kepada Anda cara untuk " Islamisasi" rumah bordil:
a) Dalam rumah bordil 'Islam', orang-orang sholat tepat waktu - sementara di bank konvensional tidak [kosmetik perbankan syariah];
b) Di rumah bordil 'Islam' "ustadz" melakukan pernikahan sementara selama 1 jam [" dua kontrak dalam satu transaksi" di bank syariah];
c) "Dewan Syariah" dari rumah bordil tersebut, yang digaji oleh para pelacur, telah sepakat bahwa "kurang dari 10 menit tidak benar-benar haram (soal waktu ini masih dalam proses revisi ) [yang disebut Dow Jones Shariah menyaring perusahaan dengan mengatakan jika riba tidak melebihi 33% dari kapitalisasi maka itu halal];
d) "Tidak orgasme, tidak haram" - fatwa baru yang dihasilkan dari "rasionalisasi" dari yang sebelumnya [kartu kredit dan perdaganagn berjangka adalah halal];
e) Pintu masuk terpisah untuk pria dan wanita [yang juga sama dipraktekkan di beberapa bank syariah]
f) Adab berpakaian yang tepat di tempat umum [ kosmetik yang lainnya lagi].
g) Dan begitu seterusnya.
"Kami tahu [bank syariah] ini tidak sempurna, tapi itu lebih baik daripada rumah bordil konvensional" - demikian Dewan Syariah akan berpendapat. Dan "Kami mengerti masalahnya, tapi kita bergerak menuju ke arah yang benar [halal]".



Inilah WACANA MENJIJIKKAN Perbankan Islam. Muntah adalah reaksi alamiah atas Perbankan Islam ini: Bank Islam serupa dengan Rumah Bordil Islam.


Bank Syariah adalah SERIGALA BERBULU DOMBA.



Mereka telah melewati batas: mereka telah membuat Riba menjadi halal dan itu lebih buruk daripada melakukan Riba itu sendiri. Bankir Syariah, pendidik mereka, dan mereka yang pasif mendukungnya, adalah jahil, pada yang terbaik maupun yang terburuk, yang terendah dari manusia terendah. Kami menyerukan kepada masyarakat untuk meninggalkan ide menggelikan dan berbahaya tersebut, dan kembali mengikuti jalan Islam.

Muamalat sebagai model sosial: Dinar, Dirham, Suqs, Karavan, Gilda, Shirkat, Qirad, Wadiah dan Wakaf. Tidak ada bank,dan kita tidak membutuhkan bank.

Wallahu 'alim.

Dibaca : 8108 kali


Bookmark and Share

lainnya
Index kategori : Artikel
Facebook   Twitter   Yahoo Group   You Tube   Baitul Mal Nusantara
© WAKALA INDUK NUSANTARA                                                                                                                        DISCLAIMER   SITEMAP   SITE INFO