NILAI TUKAR DINAR DIRHAM
21-08-2014 , Kamis Pagi

DINAR EMAS
Nisfu (1/2) Dinar - Rp. 1.032.500,-
Dinar - Rp. 2.065.000,-
Dinarayn - Rp. 4.130.000,-

DIRHAM PERAK
Daniq (1/6) Dirham - Rp. 11.600,-
Nisfu (1/2) Dirham - Rp. 35.000,-
Dirham - Rp. 70.000,-
Dirhamayn - Rp. 140.000,-
Khamsa - Rp. 350.000,-
DI Yogyakarta, 07 Mei 2013
Dinar Dirham Kembali ke Pesantren

JAWARA kian gencar mensosialisasikan serta menerapkan penggunaan Dinar Dirham dalam bermuamalah. Kali ini JAWARA berkunjung ke beberapa pesantren di Yogyakarta untuk bersama-sama menyatukan ilmu dan amal

Pesantren, adalah salah satu pusat ilmu yang membawa penerapan kepada masyarakat. Catatan sejarah membuktikan bahwa pesantren menjadi bagian tidak terpisahkan bahkan dari kehidupan umat Muslim di Indonesia.

Berbekal pemahaman ini, JAWARA (Jaringan Wirausahawan dan Pengguna Dinar Dirham Nusantara) kembali mengambil inisiatif agar sunnah muamalah dengan menggunakan Dinar Dirham kembali ke pangkuan pesantren agar generasi baru bangsa dapat kembali menyatukan ilmu dengan amal di lapangan.

Bersama dengan Ketua JAWARA Yogyakarta & Jawa Tengah, Ibu Isnaini Angkasa beserta Pembina JAWARA, Bapak Angkasa Syahrudin, Pak Abdarrahman mengunjungi beberapa pesantren di Yogyakarta.

Kunjungan dimulai pada hari Selasa 16 April 2013 pagi ke Pesantren Al Munawwir Krapyak. Sebelum berkunjung ke Pesantren, JAWARA menyambangi kediaman Kyai Azhari, yang langsung menyatakan kebenaran Dinar Dirham sebagai alat pembayar zakat serta bermuamalah. Pak Kyai pun kembali memegang koin dinar dirham dan akan mensyiarkan penggunaan Dinar Dirham.

Di Pesantren Al Munawwir, JAWARA diterima baik oleh Ibu Nyai Ida Fatimah Zainal. Beliau menyambut baik kehadiran kembalinya Muamalah, bahkan akan membukakan jalan untuk JAWARA mensyiarkan Dinar Dirham di Bangil Jawa Timur.

Sore harinya, Pak Abdarrahman dijadwalkan menyampaikan kajian di Pesantren Roudhotul Salam yang dihadiri kurang lebih 50 orang. Tim JAWARA beserta Wakala UII diterima hangat oleh Kyai Wahidan Alwy, pimpinan Pesantren Roudhotul Salam Yogyakarta. Sebelum Pak Abdarrahman menyampaikan kajian, Pak Kyai menjelaskan bahwa Rasulullah, sallalahu alayhi wa sallam, memerintahkan kita untuk menjaga timbangan dan takaran, dan agar kita senantiasa menempatkan sesuatu pada tempatnya. Kyai Wahidan pun menyatakan siap terapkan dinar dirham di lingkungan pesantren serta menyelenggarakan Festival Hari Pasaran (FHP).


Keesokan harinya, Rabu 17 April 2013 JAWARA berkunjung ke Pesantren Pabelan yang didirikan sekitar tahun 1800-an, Pabelan merupakan nama dari desa, sungai dan pesantren itu sendiri. Kyai Ahmad Najib, pimpinan Pesantren menjelaskan kepada kami bahwa asal kata "Pabelan" adalah pembelaan, karena daerah ini adalh sentral pembela dan pengikut Kanjeng Pangeran Dipanegara, rahimullah dalam jihadnya. Semoga di masa ini pesantren Pabelan Yogyakarta menjadi sentra pembela muamalah serta memimpin masyarakat memerangi riba, menegakkan zakat dan muamalah dengan dinar dirham. Kyai Ahmad menyambut baik usulan pengenalan serta praktek muamalah di Pesantren Pabelan dan bersama JAWARA akan segera menyelenggarakan kajian umum di waktu dekat ini. Kembalinya Dinar Dirham ke pesantren akan mengawal bersatunya ilmu dan amal. Aamiin Ya Rabb
(002)
Dibaca : 1571 kali


Bookmark and Share

lainnya
Index kategori : Berita
Facebook   Twitter   Yahoo Group   You Tube   Baitul Mal Nusantara
© WAKALA INDUK NUSANTARA                                                                                                                        DISCLAIMER   SITEMAP   SITE INFO