NILAI TUKAR DINAR DIRHAM
21-08-2014 , Kamis Pagi

DINAR EMAS
Nisfu (1/2) Dinar - Rp. 1.032.500,-
Dinar - Rp. 2.065.000,-
Dinarayn - Rp. 4.130.000,-

DIRHAM PERAK
Daniq (1/6) Dirham - Rp. 11.600,-
Nisfu (1/2) Dirham - Rp. 35.000,-
Dirham - Rp. 70.000,-
Dirhamayn - Rp. 140.000,-
Khamsa - Rp. 350.000,-
Gowa, 22 Agustus 2013
Sultan Gowa Niatkan Cetak Dinar Dirham
Muhammad Ikhlas Samad - Pengguna Dinar Dirham di Bandung
Untuk mengembalikan warisan tetua dulu, Sultan Andi Maddusila Idjo, Sultan Gowa sekarang, berniat mencetak kembali Dinar dan Dirham.


Akhirnya jalan pun terbuka untuk menegakkan Muamalah di Tanah Daeng Makassar. Dahulu kala sebuah kerajaan besar nan megah berkembang pesat di Bagian Timur Indonesia. Kesultanan Gowa namanya dan daerah kekuasaannya meliputi seluruh Pulau Sulawesi dan mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan I Mallombassi Daeng Mattawang yang bergelar Sultan Hasanuddin Karaeng Bonto Manngape. Raja Gowa ke 16 ini berkuasa di Kesultanan Gowa antara tahun 1653 sampai 1669.

Kerajaan Gowa memeluk Islam pertama kali pada masa pemerintahan I Manngari Daeng Manrabbia yang bergelar Sultan Alauddin Tu Menanga ri Agamana, berkuasa mulai Tahun 1593 sampai 1639. Raja Gowa ke 14 ini adalah Kakek dari Sultan Hasanuddin. Syariat Islam ditegakkan di Kesultanan Gowa termasuk penggunaan Koin Dinar dan Dirham sebagai alat tukar dalam membangun perekonomian di Kesultanan Gowa.

Namun di masa modern saat ini, perekonomian di Gowa mulai runtuh akibat sistem Riba perbankan dan uang kertas. Hal ini yang meresahkan hati saya, seorang mahasiswa Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung. Dengan semangat mahasiswa saya menghubungi seorang aktivis Dakwah di kota Makassar yang juga semangat mendakwahkan penggunaan Dinar Dirham sebagai alat tukar dalam muamalah. Beliau bernama Pak Muhammad Hasan.

Hari itu tepat tanggal 13 Agustus 2013, saya dan Pak Hasan bersikukuh mencari rumah Raja Gowa ke 37 yaitu Karaeng Maddusila Andi Idjo yang bergelar Sultan Alauddin 2. Awalnya kami cukup kesulitan menemukan rumah Karaeng (Raja/Sultan) karena rumahnya yang cukup jauh dari pusat kota Makassar. Alhamdulillah setelah sekitar 2 Jam mencari dan bertanya ke sana kemari akhirnya kami menemukan alamat Rumah Karaeng Maddusila. Beliau sangat menghargai kedatangan kami karena pada saat itu setelah salat maghrib beliau sedang istirahat. Namun sebagai Sultan beliau siap melayani tamu bahkan saat sedang istirahat sekalipun.

Ketika kami masuk ke rumah beliau, tampak foto-foto keluarga beliau dan beberapa foto kerajaan Gowa. Kami disambut dengan penuh senyum oleh keluarga Sultan Gowa ini. Setelah disuguhi minuman dan kue kue khas kerajan gowa, Pak Hasan pun menyampaikan maksud kedatangan kami untuk menegakkan kembali sunah Rasul yang pudar di Kesultanan Gowa. Sang Karaeng menyambut suka cita maksud kami.

Menurut Karaeng Maddusila memang dulu Kesultanan Gowa menggunakan Dinar dan Dirham sebagai alat tukar dalam berdagang. Bahkan Kesultanan Gowa pada saat itu mencetak Koin Dinar Emas dan Dirham Perak sendiri dan menyebar di seluruh daerah kekuasaan Kesultanan Gowa termasuk dipakai juga di Kesultanan Ternate sampai Papua. Sang Sultan sangat berharap agar Kesultanan Gowa juga mencetak koin Dinar dan Dirhamnya sendiri dan dipakai sebagai alat tukar dalam bermualah dan alat bayar zakat dan sedekah.

Kami pun tak berlama-lama di kediaman Karaeng Maddusila karena malam mulai larut. Sebelum kami pamit, Pak Hasan menyerahkan amanah titipan dari Pak Zaim Saidi, berupa koin 1 Dirham cetakan Kesultanan Ternate beserta buku berjudul "Kembali ke Dinar" dan beberapa brosur dari Wakala Induk Nusantara. Sang Sultan pun menerima hadiah tersebut dengan wajah sumringah pertanda senang. Besar harapan kita sebagai umat Islam dalam menegakkan kembali sunnah yang mulai pudar ini.

Rakyat Kesultanan Gowa tidak lama lagi akan merasakan nikmatnya perdagangan tanpa riba di bawah perlindungan seorang Sultan. Kami mohonkan agar semua pihak mendukung tegaknya Muamalah di Indonesia, khususnya di BumI Gowa.

Dibaca : 1948 kali


Bookmark and Share

lainnya
Index kategori : Berita
Facebook   Twitter   Yahoo Group   You Tube   Baitul Mal Nusantara
© WAKALA INDUK NUSANTARA                                                                                                                        DISCLAIMER   SITEMAP   SITE INFO