Depok, 09 Desember 2013
Kang Abik (Habiburrahman el Shirazy) Gunakan Dinar Dirham
Zaim Saidi - Direktur Wakala Induk Nusantara




Seluruh pecinta sastra di negeri ini tentu kenal nama Habirurrahman el Shirazi, atau Kang Abik , yang karya-karyanya telah difilmkan di layar lebar maupun televisi. Jumat pagi, pekan lalu, Pak Zaim Saidi, dari Wakala Induk Nusantara, bersilaturahim dengannya, di rumah singgahnya, di Kukusan, Depok.

Sekitar 90 menit, kedua tokoh ini berbincang-bincang soal pentingnya kembali bermuamalah dengan Dinar dan Dirham, mengambalikan pasar-pasar, serta perdagangan yang halal antarsesama Muslim. Secara khusus, Pak Zaim Saidi mengajak Kang Abik untuk turut memasyarakatkan bermuamalah dengan Dinar dan Dirham melalui karya-karyanya, melalui gerakan kultural, yang digelutinya. "Kang Abik menyambut ajakan ini dengan sangat baik," papar Zaim Saidi di akun resmi Facebook-nya.

"Kita memang harus mengembalikan sunnah Rasul ini, inilah yang terbaik. Sudah lama kita diakali oleh sistem barat dengan uang kertasnya yang tidak adil," ujar Kang Abik. Sebagai alumnus Al Azhar, Kairo, Kang Abik bahkan mengaku pernah mempelajari sejarah Dinar dan Dirham dalam satu mata kuliah khusus. "Karena itu sebelum ketemu Pak Zaim, saya sudah menggunakannya," ujar Kang Abik. "Saya memperoleh Dinar dan Dirham dari wakala di Solo dan Yogya."

Lebih lanjut, jika ada kerabat yang memerlukan bantuan, kang Abik akan meminjamkannya dalam bentuk Dinar, dan kembali dalam bentuk Dinar dengan jumlah yang sama. "Dengan cara ini tidak ada yang dirugikan, dan saya tidak perlu menambahkannya dengan riba," katanya.

Dalam silaturahim tersebut, Zaim Saidi juga meminta Kang Abik agar menularkan pengetahuan itu kepada masyarakat secara lebih luas dan masif, melalui kerya-karyanya yang akan datang. "Penggunaan Dinar dan Dirham untuk sedekah, mahar, bayar zaat, dan jual beli, daat ditampilkan dalam kehidupan dalam novel, film, atau sinetronnya," terang Zaim.

Sebagai kenangan kepada Kang Abik, Zaim Saidi memberikan sejumlah buku: Tidak Syarinya Bank Syariah, Euforia Emas, Akar Pendidikan Islam, dan Jejak Nusantara di Afrika Selatan. "Kita mohonkan agar melalui Kang Abik, syi'ar dan pengenalan muamalah dengan Dinar dan Dirham lebih memasyarakat dengan lebih cepat," pungkas Zaim.